AdiHidayat, Lc., M.A. (lahir 11 September 1984) adalah seorang ustazd muda asal Indonesia.Ia mempunyai pusat kajian Islam bernama Quantum Akhyar Institute yang didirikan pada tahun 2013 dan adi hidayat official yang didirikan tiga tahun berikutnya. Ia juga aktif menulis dan telah memiliki beberapa karya dalam bahasa Arab dan Indonesia.Ustaz Adi Hidayat aktif menjadi narasumber keagamaan dan Videoyang berjudul Bacaan-bacaan Ketika Ruku Dalam Shalat || Ustadz Adi Hidayat Lc MA dipublikasikan oleh Channel Ceramah Pendek dengan Channel ID UCW9V-B6E6POcnNeS0mxNoJA pada 14 11 2017 - 18:00:07. Video Terkait Video Bacaan-bacaan Ketika Ruku Dalam Shalat || Ustadz Adi Hidayat Lc MA. Dzikir Setelah Sholat bagi yang Buru-buru (Dzikir Ringkas JABABEKANEWS - Ustadz Adi Hidayat dalam salah satu ceramahnya, pernah menyampaikan terkait surat yang harus dibaca saat shalat duha.. Saat mengerjakan shalat duha, surat ini menjadi pilihan sebab didalamnya banyak keutamaan. Baca Juga: Jika Istri Tercinta Didekati Laki-Laki Lain, Suami Wajib Lakukan Ini !Kata Ustadz Khalid Basalamah. Adapun salah satu keutamaan surat ini yaitu dapat Ustaz Adi Hidayat menyebutkan ada tiga jenis surah yang umumnya dibaca oleh Rasulullah dalam kesempatan ibadah malamnya ini. Ustaz Adi Hidayat memberi contoh dalil mengenai hal ini . - Idul Adha adalah salah satu hari besar bagi umat Islam di dunia, yang ditandai dengan berlangsungnya puncak Ibadah Haji di Makkah, Arab Saudi. Umat Islam yang mampu dianjurkan untuk berkurban dengan hewan ternak. Berikut ciri-ciri hewan kurban menurut Islam berdasarkan penjelasan Ustadz Adi Hidayat. Hari Raya Idul Adha sendiri bermula dari mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim & Nabi Ismail. Kala itu Allah SWT menurunkan ujian agar Nabi Ibrahim mau mengorbankan anaknya, Ismail untuk disembelih. Namun dengan kuasa Allah SWT Nabi Ismail pun selamat karena ia digantikan dengan seekor domba. Atas peristiwa ini maka umat muslim di seluruh dunia, dianjurkan untuk berkurban. Adapun hewan yang bisa dikurbankan antara lain yaitu sapi, kerbau, kambing, domba, dan unta. Hewan-hewan yang hendak dikurbankan ini harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Berdasarkan ceramah ustadz Adi Hidayat yang diunggah dalam kanal YouToutubenya, Adi Hidayat Official. Ia menjelaskan bahwa hewan yang akan dikurbankan setidaknya dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan usianya. Baca Juga Dipertahankan Ponorogo Sarankan Masyarakat Pilih Hewan Kurban dengan Eartag untuk Jaminan Kesehatan "Jadi menurut para ulama terbagi menjadi tiga, ada hewan kambing dan domba, ada sapi dan kerbau, lalu ada unta," kata Ustadz Adi Hidayat. Usia Hewan Kurban Nah ketiga kelompok hewan ini boleh dijadikan sebagai kurban. Namun masing-masing hewan memiliki kriteria dan syaratnya. "Untuk kambing dan domba sudah masuk satu tahun mau tahun kedua. Jadi minimal satu tahun lah," terangnya. Sementara, Adi Hidayat juga mengatakan bahwa menurut fikih hambali kambing dan domba boleh dikurbankan jika telah memasuki usia 6-7 bulan. Namun umunya, yang disepakati yaitu pendapat jumhur ulama. Kambing dan domba yang dikurbankan harus berusia minimal 1 tahun masuk tahun kedua. Baca Juga Cegah Hewan Kurban Stres saat Disembelih, Para Takmir Masjid di Kota Jogja Ikuti Pelatihan "Kemudian untuk hewan sapi dan kerbau itu 2 tahun masuk usia ketiga. Tapi ada yang mengambil bulatnya saja usia 3 tahun. Kalau unta masuk usia 5 tahun" jelas Ustadz Adi Hidayat. Hewan Kurban Tidak Boleh Sakit dan Cacat Tidak hanya batasan usia saja, hewan-hewan yang dikurbankan sebaiknya juga harus dilihat kondisinya. Karena tidak semua hewan boleh dikurbankan, khususnya hewan dengan kondisi yang cacat fisik. "Kata Nabi, ada 4 kategori hewan yang tidak boleh dikurbankan. Diantaranya yaitu hewan yang matanya buta, maka haram hukumnya untuk dikurbakan karena cacat permanen," ungkapnya. "Kemudian yang kedua, hewan yang sakit dan jelas sakitnya. Bahkan kiranya, jika hewan tersebut disembelih bisa membahayakan bagi yang mengonsumsinya," tambah ustadz Adi Hidayat. Kemudian hewan yang tidak boleh dikurbankan berikutnya, yaitu hewan yang pincang. Baik itu pincang sejak dilahirkan ataupun karena kecelakaan. Selanjutnya, hewan yang terlalu kurus karena tidak ada dagingnya. Selain itu, ada pula kondisi hewan yang termsuk makruh untuk dikurbankan. Adapun kondisi tersebut seperti goresan tanduk dan lecet kakinya. Sebaiknya hewan yang hendak dikurbankan harus sempurna. Nah itulah tadi ciri-ciri hewan kurban menurut Isalam berdasarkan penjelasan Ustadz Adi Hidayat. Kontributor Putri Ayu Nanda Sari - Saat sujud dalam sholat apakah tangan atau lutut dahulu? Berikut ini penjelasam Ustaz Adi Hidayat. Sholat menjadi ibadah paling utama bagi umat muslim di muka bumi ini. Karena sholat menjadi penolong saat telah meninggal dunia nanti. Oleh sebab itu, Allah mewajibkan manusia untuk beribadah dengan cara sholat. Baca juga Bacaan Doa Selesai Sholat Dhuha, Amalan Penggugur Dosa dan Memohon Rahmat Allah Baca juga Bacaan Surat Al Mulk Arab Latin dan Artinya, Lengkap dengan Keutamaan yang Luar Biasa Saat hendak sholat perlu diperhatikan hal-hal yang menjadi syarat sahnya sholat. Mulai dari cara wudhu yang benar, bacaan hingga gerakan sholat yang menjadi penyempurna ibadah. Adapun gerakan sholat saat turun hendak sujud seringkali diperselisihkan. Yakni ada yang saat hendak sujud mendahulukan tangan terlebih dahulu. Sementara ada pula yang menggunakan lututnya terlebih dahulu. Baca juga Amalan Doa Agar Dimudahkan Jodoh, Lengkap Doa Agar Segera Diberi Keturunan, Berikut Caranya Lantas, manakah yang harus didahulukan saat hendak sujud antara tangan dan lutut? Berikut ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat yang dibagikan melalui kanal YouTube Taman Firdaus. Mengenai tangan ataukah lutut duluan yang dipakai saat hendak sujud dalam sholat seringkali memicu perdebatan. Sehingga hal ini tak jarang menimbulkan perselisihan dalam ibadah. Demi meluruskan hal tersebut, simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai tangan atau lutut yang didahulukan saat hendak sujud. – Berikut ini urutan doa dan dzikir setelah sholat sesuai dengan sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Sebagian besar umat muslim ketika telah menyelesaikan ibadah sholat fardhu atau sholat sunnah adalah menutupnya dengan berdoa. Namun, bagaimana sebenarnya tuntunan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW ketika telah menyelesaikan sholat? Dilansir dari Video kanal Youtube Islam 24 Jam, yang diunggah pada 8 september 2021, Ustadz Adi Hidayat memberikan urutan doa dan dzikir yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Baca Juga Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Desember 2021, Begini Cara Dapat Diskon PLN Dalam penjelasannya Ustadz Adi Hidayat menyampaikan bahwa didalam suatu hadits Rasulullah SAW setiap selesai menunaikan sholat, maka beliau pun mulai berdzikir kepada Allah dengan kalimat Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah’. Setelah itu Rasulullah mengucapkan doa اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَاذَاْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ Artinya “Ya Allah, Engkaulah As-Salaam Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan dan dari-Mu as-salaam keselamatan, Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik.” HR. Muslim. DARI Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih ucapan subhanallah adalah sedekah, setiap tahmid ucapan alhamdulillah adalah sedekah, setiap tahlil ucapan lailahaillallah adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala,” HR Muslim. Shalat Dhuha merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Menjadi sedemikian penting dikarenakan menyimpan banyak keutamaan. Dalam video berikut ini, guru kita semua Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA., menerangkan tentang bacaan dan manfaat shalat dhuha. Video diambil dari akun CAHAYAISLAM di YouTube.

bacaan sholat ustadz adi hidayat